Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa dalam Mazhab Maliki (Imam Malik)
1. Berakal
Tidak sah untuk orang gila dan tidak sah juga untuk orang yang pingsan, maka siapa yang gila atau pingsan tidak sadarkan diri bersamaan dengan waktu Fajar wajib atasnya qodho puasa. Karena tidak sah puasanya dengan sebab hilangnya akal pada waktu wajibnya niat dan permulaan ibadah. Jika dia pingsan atau gila kemudian sadar sebelum waktu Fajar dan hal tersebut karena selamatnya pada waktu wajib niat dan apabila gila atau pingsan setelah waktu Fajar dan tetap berlangsungnya pingsan atau gila selama satu hari penuh maka wajib baginya qodho. Adapun jika tetap pingsan atau gila setengah hari atau kurang dari setengah hari maka tidak ada qodho atasnya.
2. Suci
Suci daripada haid dan nifas. Maka tidak wajib puasa bagi orang haid dan nifas. Haid dan nifas tidak sah puasa yang mereka lakukan. Apabila telah Suci seorang perempuan bersamaan dengan waktu terbitnya Fajar maka wajib baginya berpuasa walaupun sucinya tersebut berbarengan dengan waktu datangnya Fajar. Apabila ragu apakah sucinya sebelum Fajar atau setelah waktu Fajar, maka wajib baginya berniat untuk puasa. jika berpotensi ia Suci sebelum waktu Fajar dan wajib baginya mengqodho, karena berpotensi dia Suci setelah waktu fajar, karena niat nya tidak terhitung mutlaq maka apabila dia tidak berpuasa maka tidak ada kafarat baginya.
3. Masuknya Waktu Ramadhan
Maka tidak sah puasa Romadhon sebelum ditetapkannya bulan Ramadhan dan tidak wajib puasa Romadhon sebelum ditetapkannya waktu Ramadhan.
Sumber Kitab:
Fiqhu Al-Ibadah 'Ala Al-Madzhab Al-Maliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar